Random Favorite Quote

Sunday, August 8, 2010

Maria-sama ga Miteru (Season 1) part 2

EPISODE 3
---------------

Yumi sedang makan siang bersama Shimako di belakang sekolah yang penuh dengan pohon ginkgo (Shimako suka makan biji ginkgo -___-a ginkgo itu katanya pahit dan bau jadi mungkin bisa disamakan dengan 'cewek muda dan cantik yang suka pare' I wonder? XD), tiba-tiba Tsutako datang bersama Sachiko. Sachiko memberi Yumi buku script drama "Cinderella". Sachiko meminta Yumi apabila ia tidak menerima peran Cinderella (yang juga berarti ia tidak menerima rosario Sachiko), maka ia akan memerankan kakak Cinderella.

Sachiko bertanya kepada Yumi, mengapa makan siang di tempat seperti itu. Ternyata Yumi makan di tempat yang tersembunyi bersama Shimako karena ia ingin kabur dari kejaran anggota klub buletin sekolah (Newspaper Club) yang ingin meng-interview Yumi tentang hubungan ia dan Sachiko. Newspaper club di Lillian seneng banget kalo ada 'scoop' tentang para Rosa alias anggota Yamayurikai Council.



Sachiko (dengan pede dan bangganya :P) bilang ke Yumi, kalo Yumi mau menjadi soeur Sachiko, maka Sachiko yang akan menggantikan Yumi untuk di-interview. Kemudian Sachiko langsung pergi meninggalkan Yumi, Tsutako dan Shimako. Shimako bilang ke Yumi kalo sebenarnya Sachiko tidak suka ginkgo dan sakura (jadi Sachiko niat banget mau mendatangi Yumi).

Rosa Gigantea sedang mengobrol bersama Yumi di Rose Mansion. Tiba-tiba Rosa Gigantea memeluk Yumi dari belakang. Hahaha! Rosa Gigantea bilang kalau dia suka melihat ekspresi Yumi yang berubah-ubah dan cute. Yumi kaget dan menjerit XD
Yumi: "EEEK"

Tiba-tiba Sachiko masuk ke ruangan dengan tatapan menusuk (seolah berkata, 'hoi dia mangsaku tahu!' XD) kepada Rosa Gigantea. Rosa Gigantea berbisik ke Yumi, tadi sebenarnya dia sedang membuat Sachiko cemburu. Yumi hanya bisa: 'ahaha' ( ~,~")

the Ice Princess XD
Ketika semua anggota Yamayurikai yang lain sudah datang, Yumi diminta untuk menjemput ketua school council sekolah Hanadera di depan gerbang sekolah karena mereka sebentar lagi akan latihan drama. Saat disebut ketua school council Hanadera, entah mengapa Sachiko kaget dan kelihatannya dia tidak suka....

Ketua Student Council Hanadera namanya Suguru Kashiwagi (ganteng lho XD dan ini BARU kedua kalinya seorang yang berjenis kelamin laki-laki muncul di anime ini, sebelumnya adalah adiknya Yumi yang namanya Yuuki). Kashiwagi pokoknya tipe cowok yang perfect dan pasti disukai semua wanita deh, hahaha! Ketika akan mengantar Kashiwagi ke tempat latihan di gymnasium, Yumi sepintas melihat Sachiko sedang berjalan. Tapi mungkin itu hanya perasaan dik Yumi saja... XD

Suguru Kashiwagi
Sesampainya di Rose Mansion, Sachiko ternyata nggak ada! O___O. Sementara Kashiwagi sedang memperkenalkan diri, Rosa Gigantea berbisik pada Yumi kalau ada tujuan tersembunyi dari drama Cinderella ini. Sebenarnya mereka mengundang ketua student council dari Hanadera agar 'menyembuhkan' penyakit Sachiko, yaitu kebenciannya pada laki-laki (SFX: gelas pecah XD).

Rosa Gigantea menjelaskan kalo di keluarga Sachiko, kakek dan ayahnya mempunyai istri simpanan (mistresses). Jadi, dia sebel deh ama laki-laki.. itu juga menjelaskan mengapa Sachiko begitu inginnya melepas perannya sebagai Cinderella. Oh gitu toh... O____O

Karena khawatir sama Sachiko, Yumi pergi ke gym untuk mencarinya. Ternyata Sachiko ada disana. Sachiko merasa dia dicurangi (karena tanpa persetujuannya, disuruh memainkan peran Cinderella). Tapi dia gak suka ama yang namanya 'kalah' jadi kalo dia kabur berarti sama aja dia kalah.. "Losing is something I hate above all else" - Sachiko Ogasawara



Ketika latihan, Sachiko kelihatan banget tidak sukanya ama si Kashiwagi ini.. Ketika break, Sachiko buru-buru keluar, Yumi mendatanginya. Sachiko kelihatan sedih dan ia meminta Yumi agar menjadi soeur-nya untuk membantunya. Ketika sedang berbicara, tiba-tiba Kashiwagi datang dan ia ingin berbicara dengan Sachiko. Apa?! dia manggil Sachiko dengan "Sa-chan"?! (SFX: (insert any dramatic sinetron soundtrack here XD)). Sachiko menyuruh Yumi kembali ke gym sendiri.

Ketika latihan akan dimulai kembali, Sachiko dan Kashiwagi tiba-tiba hilang (SFX: petir menggelegar). Semua sepakat untuk mencari Sachiko dan Kashiwagi. Rosa Gigantea berkata ke Yumi bahwa semua anggota Yamayurikai sangat peduli terhadap Sachiko, Yumi juga merasa peduli terhadap Sachiko. Rosa Gigantea merasa ada sesuatu yang aneh dalam kejadian ini..

Mereka menemukan Sachiko dan Kashiwagi sedang bertengkar. Terbukalah misteri selama ini! Ternyata Sachiko dan Kashiwagi sepupu! bukan cuma itu.. mereka juga bertunangan! JGER! Kashiwagi dengan bangga dan pede-nya ingin mencium Sachiko tapi Sachiko langung menamparnya (SFX: PLAK!)


Yumi nggak terima Sachiko dicium Kashiwagi.. XD

(Em, terus kalo gitu, kenapa Sachiko sebel ama Kashiwagi?)

makanya jangan nyosor, mas.. -__-"
Sachiko pergi ke greenhouse yang ada di sekolah itu. Yumi mengikutinya. Sachiko menangis dan menceritakan Yumi bahwa ia dulu mencintai Kashiwagi, tetapi Kashiwagi tidak mencintainya karena... Kashiwagi hanya bisa cinta sama.... cowok (AAARGH NOOO! ganteng-ganteng GAY! >0<). Mereka bertunangan karena Sachiko adalah anak satu-satunya di keluarga Ogasawara (yang punya perusahaan Ogasawara Group), jadi dijodohin deh..

"Yumi, please stay.."
 Yumi meminta Sachiko agar memberinya rosario-nya tapi Sachiko bertekad untuk melawan tantangan ini. Ia bertekad tidak kabur dari kenyataan lagi. Sachiko kemudian menunjukkan Yumi bunga Rosa Chinensis di greenhouse itu.

Bunga Rosa Chinensis, pas buat Sachiko yang seorangRosa Chinensis en bouton (Rosa Chinensis to be)

Esoknya, ketika drama usai dan murid-murid sedang merayakan kesuksesan school festival-nya, Yumi duduk sendiri. Ia sedikit sedih karena sekarang ia tidak ada alasan untuk datang lagi ke Rose Mansion, ia juga tidak bisa ngobrol sama Sachiko lagi..

Tiba-tiba Sachiko datang, ia berterima kasih pada Yumi karena Yumi telah membuatnya merasa senang selama waktu sulit kemarin. Sachiko kemudian mengajak Yumi ke depan patung Maria-sama..


Jreng jreng jreng.. Sachiko ingin memberikan rosario-nya ke Yumi. Ia menjelaskan bahwa ritual ini adalah ritual suci, dilakukan bukan karena rasa kasihan (atas keadaan Sachiko) atau karena taruhan (taruhan para Rosa). Yumi-pun dengan senang hati menerima rosario dari Sachiko dan sejak hari itu, ia menjadi Rosa Chinensis en bouton petite soeur...

"I.. accept.."

Kisah yang mengharukan.. huhuhu (lebay).. tapi ini baru awal cerita! XD

Apa ya hal yang menarik dari episode ini?

"I never knew that dancing was so much fun!"

Waktu mereka ada di gym, Sachiko dan Yumi latihan dansa sebelum yang lain datang. Scene yang lumayan romantis XD Yumi bilang "I never knew that dancing was so much fun!". Sachiko bilang, "You're right, I didn't either!". Sachiko, mau tahu napa? karena lo dansa ama Yumi.. kikikikk.. (an ardent fan of Yumi/Sachiko).

Di greenhouse, setelah adegan Sachiko 'curhat' ama Yumi, mereka juga dansa ampe malem.. (pada seneng dansa sih.. inget waktu woy..)

Seharusnya, di akhir, setelah Yumi menerima rosario dari Sachiko, mereka harusnya juga berdansa, tapi di anime nggak dilihatin T^T. Kalo di light novel diceritakan mereka berdansa dibawah bulan sambil mengikuti lagu "Maria-sama no Kokoro" dari kejauhan..

Oh ya ada juga scene waktu Yumi dan Sachiko ganti kostum. Sachiko merasa kostumnya di bagian dada terlalu rendah. Rosa Foetida bilang, itu buat service bagi para fans Sachiko. Hahaha.


 Terus Sachiko menyuruh Yumi memakai baju itu (karena pemeran Cinderella bisa saja Sachiko atau Yumi). Waktu Yumi pake, bagian dada nya jadi turun, beda ama pas dipake Sachiko. Hahaha!


Di manga pendek karya Reine Hibiki (ilustrator light novel Marimite), diceritain kalo Sachiko minjemin shoulder pads ke Yumi supaya bagian dada-nya terlihat full XD

Friday, August 6, 2010

Maria-sama ga Miteru (Season 1) part 1

I'll start ranting about Marimite! LOL.Iya-iyaa Season 1-nya udah 6 tahun yang lalu, tapi gw lagi pengen aja ngomongin..可以吗? 哈哈~

Cerita Marimite ber-setting di SMA khusus wanita, Lillian Jogakuen. Selain SMA, sekolah ini juga ada TK, SD sampai tingkat universitas. Tokoh utama anime ini adalah Sachiko Ogasawara dan Yumi Fukuzawa.


Sachiko Ogasawara

Yumi Fukuzawa

Sachiko adalah murid kelas 2 dan ia anggota student council (OSIS) di SMA itu. Sachiko sangat terkenal di sekolah itu karena ia anggota student council dan dia juga cantik banget. Gak heran dia punya banyak fans, salah satunya Yumi, murid kelas 1 yang (tadinya) sama sekali gak terkenal dan biasa-biasa aja. Anime ini menceritakan interaksi antar karakter dan kehidupan mereka berdua di sekolah Lillian.

Menurut gw, yang unik dari cerita Marimite adalah soeur system-nya. Terus, cerita Marimite juga seolah-olah sangat 'membumi'. Ceritanya pure hanya interaksi antar teman, kejadian-kejadian yang biasa terjadi di SMA (ya well, beberapa nggak juga sih :P) dan bagaimana mereka bereaksi dan menyelesaikan berbagai masalah yang muncul. Cerita ini sangat character-driven, semua karakter di Marimite unik dan kuat penokohannya. Jadi agak susah mencari karakter yang paling gak disukai :P. Bahkan karakter yang paling gak penting pun rasanya aneh kalo hilang dari cerita ini :P. Selain itu aura elegan-nya juga jarang terlihat di anime-anime lain.

Tokoh utama lain di anime ini adalah anggota 3 ketua student council yang terkenal dengan 3 Roses. Mereka adalah Rosa Chinensis, Youko Mizuno; Rosa Foetida, Eriko Torii; dan Rosa Gigantea, Sei Satou. Mereka semua kelas 3 SMA. Selain itu juga ada soeur mereka, Rei Hasekura, Yoshino Shimazu dan Shimako Toudou.


Cerita ini ber-genre yuri. Walaupun begitu, 'kadar' yuri-nya rendah banget :P sangat tidak eksplisit dan jadi ambigu, 'ini hubungan pertemanan antar cewek yang dalam atau lebih sih?' XD

Sebelum gw nonton animenya, gw udah baca manga-nya sampe volume 35. Gw udah nonton dari season 1 ampe season 4. Sebetulnya kalo mau cerita yang lengkap sih baca light novel-nya. Gw cuma baca light novel ampe volume ke 7 . Abisnya nyari tranlate-nya yang ke bahasa Inggris susah banget~ Kalo mau baca (english) bisa liat di sini.

EPISODE 1
----------------

Ini pertama kali Sachiko Ogasawara, (murid kelas 2 SMA, anggota school council) dan Yumi Fukuzawa, kelas 1 SMA bertemu di depan patung Maria-sama (Virgin Mary). Pagi hari di sekolah, Sachiko absent-mindedly manggil Yumi dan merapikan dasi sailor seifuku dia. Padahal Sachiko sama sekali nggak kenal Yumi. Kalo Yumi sih 'fans' Sachiko sejak dia masuk SMA di Lillian.

Masih kaget ama kejadian pagi tadi, tiba-tiba Yumi diperlihatkan foto oleh temannya, Tsutako Takeshima. Ternyata Tsutako, anggota klub fotografi sekolah itu tadi pagi diam-diam memotret Sachiko sedang merapikan dasi Yumi. Mereka berdua terlihat seperti sœur (baca sendiri ya, males jelasinnya XD).

Tsutako Takeshima
Tsutako berencana untuk memamerkan foto tersebut di school festival. Soalnya fotonya unik banget, apalagi mereka bukan soeur. Kalo dilihat orang bisa jadi bahan gosip :D Tapi tentunya dia harus minta izin Yumi & Sachiko. Yumi juga akan diberi foto itu kalo dia setuju fotonya dipamerkan di bagian klub fotografi saat school festival.

Mereka berdua pergi menuju gedung school council (Yamayurikai Council) di Lillian yang namanya Rose Mansion (Bara no Yakata) untuk minta persetujuan Sachiko. Tiba-tiba, ketika ingin masuk ruangan rapat Yamayurikai, Sachiko yang tiba-tiba keluar dari ruangan rapat itu menabrak Yumi di depan pintu (takdir ~,~).


OUCH

Karena tabrakan ini, kehidupan Yumi berubah deh. Sachiko keluar dari ruangan itu karena ia sedang marah ketika berargumen dengan anggota student council lainnya. Tiba-tiba, sekonyong-konyong, nggak ada angin nggak ada hujan, Sachiko meminta Yumi untuk menjadi soeur-nya. Ternyata ia ingin punya soeur supaya ia bisa melepas perannya di drama Yamayurikai pada school festival nanti. Ia memerankan Cinderella dan ia akan berpasangan dengan pangeran yang diperankan oleh ketua student council di sekolah tetangga, sekolah Hanadera (sekolah khusus pria).

Sachiko akan mengalungkan rosario-nya ke Yumi sebagai simbol bahwa Yumi akan menjadi petite soeur-nya. Namun mengetahui alasan tadi, Yumi menolak penawaran Sachiko untuk menjadi petite soeur-nya. Walaupun dia fans berat Sachiko, tapi dia punya harga diri, haha! Tapi para Rosa nggak berhenti disitu. Sei Satou membuat penalty game antara mereka berdua. Kalau Sachiko berhasil membuat Yumi menjadi petite soeur-nya, maka Sachiko bisa melepas peran Cinderella-nya dan memerankan peran lain dengan syarat Yumi menggantikan peran Sachiko pada Cinderella. >___< game yang merugikan kedua belah pihak. Kedua Rosa lain pun setuju dan sepertinya mereka menganggap challenge ini sebagai hiburan XD

Sei Satou
Masih tidak diketahui mengapa Sachiko sangat ingin melepas peran Cinderella, tapi yang jelas, di akhir episode ia bertekad untuk membuat Yumi sebagai petite soeur-nya.

Pertama kali gw nonton Episode 1, "What?? lagu opening-nya kayak gini? Gw tidur gak ya nonton Marimite?" Hahaha. Tapi lama-lama lagunya enak juga, heheh, gw suka maenin lagu "pastel pure" di recorder. Lagu endingya, "Sonata Blue" juga enak banget. Soundtrack-nya bisa didownload di sini. Semua soundtrack-nya bergenre klasik, cocok buat Marimite. Heheh.

EPISODE 2
---------------

Saat ini udah tersebar gosip bahwa Yumi menolak rosario dari Sachiko. Satu sekolah jadi penasaran ama Yumi yang nggak terkenal tapi tiba-tiba bisa jadi menolak permintaan soeur dari Sachiko. Sebetulnya yang menyebarkan gosip (yang emang bener) ini adalah para 3 Rosa. Mereka pengen penalty game ini jadi semakin menarik *evil laugh*. Teman-teman sekelas Yumi ingin tahu apakah gosip itu benar. Yumi merasa tidak pantas untuk menjadi soeur Sachiko karena ia bukanlah siapa-siapa. Ia merasa sangat rendah diri saat itu.

Sachiko meminta Yumi untuk latihan drama bersama karena kalaupun Yumi nanti menolak rosario dari Sachiko, maka ia harus memerankan peran lain di drama Cinderella. Saat latihan, ia jadi mengenal anggota-anggota Yamayurikai yang sangat populer di sekolah itu. Sangat populer, sampai terkesan bahwa mereka berbeda dari murid-murid biasa lainnya dan hanya bergaul dengan kalangan mereka sendiri saja.

Yumi mengobrol dengan grande soeur-nya Sachiko, Youko Mizuno. Mereka membicarakan Sachiko. Youko mengenalkan seperti bagaimanakah Sachiko.Yumi merasa anggota Yamayurikai sangat baik dan ramah, mereka juga baik terhadap Yumi. Bahkan mereka menyukai Yumi justru karena Yumi adalah murid biasa yang polos dan rendah hati.

Youko Mizuno

Di episode ini, Yumi mulai dekat dengan anggota Yamayurikai. Shimako Toudou yang sekelas dengannya mengajaknya makan siang bersama. Yumi merasa anggota Yamayurikai sangat unik dan ia merasa senang bisa dekat dengan mereka. Saat makan siang, Shimako memberitahu Yumi bahwa ia dulu juga pernah menolak rosario dari Sachiko sebelum ia menerima permintaan soeur dari Rosa Gigantea, Sei Satou. Ia menolak permintaan soeur Sachiko karena Shimako merasa ia dan Sachiko tidak cocok walaupun orang-orang melihat bahwa mereka berdua adalah siswa yang patut dijadikan teladan, cantik, pintar dan sebagainya. Shimako juga memberitahu bahwa apa yang dicari oleh Sachiko dari petite soeur berbeda dengan apa yang dicari dan dipunyai oleh Shimako. Namun Shimako berkata bahwa ia melihat Sachiko dan Yumi cocok menjadi soeur.

Shimako Toudou

Wow~ kata Shimako, Yumi ama Sachiko cocok jadi soeur, walaupun dengan perbedaan karakter dan background mereka. Shimako emang seneng banget memperhatikan orang-orang~


Best moment: Waktu Sachiko 'pedekate' ama Yumi. Mereka maen piano sama-sama di ruang musik di sekolah. Doki doki moment for Yumi! XD



Juga waktu diperlihatkan flashback Yumi ketika melihat Sachiko pertama kali ketika penerimaan murid baru. Sachiko memainkan lagu Ave Maria di orgel. Sachiko's so beautiful!!

such beauty...

Oh ya, pada awal episode diperkenalkan juga adik Yumi yang bernama Yuuki Fukuzawa. Dia sekolah di Hanadera (sekolah khusus pria) yang ada di dekat Lillian.

Yuuki Fukuzawa
di kerah gakuran-nya ada angka yang menunjukkan kelas. Walaupun dia adik Yumi, tapi mereka setingkat. Ternyata Yuuki adik Yumi yang beda umurnya nggak nyampe setahun..

TO BE CONTINUED!~

Wednesday, August 4, 2010

Mitsuru/Yukari XD

WARNING: squealing yuri fangirl mode: on XD

In case you don't know what yuri is, click here. WARNING WARNING. For me, yuri can be as beautiful as a lily (XD) or can be as dirty as mud (?) HAHA.

Yea yea I know it's late to talk about P3FES now.. tapi biarkan gw men-share saat-saat bahagia ini~~ XD Gak sih, gw gak akan ngomong banyak tentang mereka.. I'll keep it to my imaginations XD

Okay, setelah 100 jem gw maen Persona 3 FES, gw baru kemaren nyampe di 'school trip to Kyoto'. Yay! It's November! I wonder what's gonna happen on my b'day~

Turns out that..
Pada 18 November 2009, Mitsuru awakened her new Persona! Yay! XD (Ok, I'm starting to look like that creepy Mitsuru fan girl on the hallway, in front of Class 2-E) Penthesilea berubah jadi Artemisia. Nicey nicey!

Perubahannya berkat Yukari~ ihihi. Mitsuru masih sedih ayah tercintanya meninggal (dia jadi yatim piatu T^T) karena dibunuh oleh Ikutsuki Shuji (TRAITOR!). Mitsuru lagi sendiri, di tepi sungai, tiba-tiba dateng Yukari kasihtahu kalo udah mau malem, harus buru-buru pulang ke hotel tempat mereka nginep. Yukari pengen Mitsuru 'bangkit' jadi dia ngomong-ngomong gitu deh ama Mitsuru. Tapi Mitsuru lagi down banget, kayak kehilangan 'soul' nya, jawaban dia juga negatif n pesimis semua..

Ujung-ujungnya, Yukari NAMPAR Mitsuru (ouch!). Biar dia sadar kalo semua ini belum usai, dia harus bangkit. Lagian, Yukari juga lumayan mengerti gimana perasaan kita ketika kehilangan ayah kita sendiri T^T

Mitsuru jadi sadar kalo dia harus meneruskan cita-cita ayahnya, dan new persona awakened deh!

So sweet *tears* haha. Yang ada di pikiran gw:

(Setting: Malam hari. Mitsuru lagi sendiri di lantai 2 dorm)

*Yukari mendekat ke Mitsuru*
Yukari: "Senpai, confide in me.. I know what it feels like, to lose someone we love.."
Mitsuru: "Takeba..no..Yukari.." *holds Yukari's hands* *blush*
*eye contact*
Both: "Ooh.."
*pelukan*
JRENG! JRENG! (?)

XD~

Senpai/Kohai is always appealing~

Btw, emang sejak hari itu, Mitsuru jadi manggil Takeba Yukari dengan Yukari <3 tapi kalo manggil yang laen masih pake surname-nya~ fufu.

Oh ya sehabis Yukari & Mitsuru 'curhat-curhatan' di pinggir sungai, ada yang lucu banget (ini kata-kata asli lho):

Yukari: "Well, I guess we should go and take a bath together now."
Mitsuru: "T-take a bath together?"
Yukari: "Yeah, in the outdoor hot spring back at the hotel. It's really nice. Now that we have everything out in the open, there's nothing left for us to hide!"
Mitsuru: "...Nothing?"
Yukari: "H-hey, stop blushing! I didn't mean it like that! Anyway, we really should get going. It's already past curfew."

Sayang pas dibilang mau mandi bareng Mitsuru-nya nggak blush kayak kalo kita suruh pake baju "High-cut armor" ato "Spiked bra", hahaha. I always thought that expression is priceless.

Kalo itu percakapan gw cuma tulis ampe "... there's nothing left for us to hide", bisa menyebabkan kesalahpahaman yang besar kali ya~ XD

~BONUS: SHORT SCENE~
Me: *leering eyes* "Oh, Mitsuru-senpai~ please execute me~"
Mitsuru: *ice princess mode: on* "Are you a masochist or something?"
Mitsuru fangirl in front of Class 2E: *squealing* "Senpaaai! Execute me! ME!"
Mitsuru: ??! *terperanjat*
Shirogane Naoto (ntah dateng darimana): "Are you a pack of imbeciles?"

Tuesday, July 13, 2010

There's more to than meets the eye

Kayaknya gw pernah nulis tentang dualisme (menurut gw haha).

Menurut gw, gw inkonsisten. Gw juga gak pernah menyetujui 100% sesuatu (mungkin, beberapa ada sih ;p). Jadi, pendapat gw akan 1 hal bisa saling bertolak belakang. Gw suka bingung ama pemikiran gw yang ini. Apa ada hubungannya ama golongan darah gw yang AB? Apa gw ini terdiri dari 2 entity yang berbeda? Hahaha.

Menurut gw, gw berpikiran itu karena, gw selalu mencoba tidak menolak 100% sesuatu dan tidak menerima 100% sesuatu. Ha, gw orangnya susah percayaan ya? Tapi gak juga sih.

Gw percaya gak ada yang absolut di dunia ini. Orang mencuri, dia gak 100% bersalah karena dia bisa aja mencuri karena terpaksa atau hal-hal lainnya yang kita gak bisa lihat secara hitam-putih.

I believe in gray areas.

Gw jadi keinget ama salah satu cerita Nabi Musa bersama Nabi Khidir. Hmm, bagi yang belum tau, jadi ceritanya beginii...

(COPAS DARI WIKI , LOL)

Kejadian yang pertama adalah saat Nabi Khidir menghancurkan perahu yang ditumpangi mereka bersama. Nabi Musa tidak kuasa untuk menahan hatinya untuk bertanya kepada Nabi Khidir. Nabi Khidir memperingatkan janji Nabi Musa, dan akhirnya Nabi Musa meminta maaf karena kalancangannya mengingkari janjinya untuk tidak bertanya terhadap setiap tindakan Nabi Khidir.

Selanjutnya setelah mereka sampai di suatu daratan, Nabi Khidir membunuh seorang anak yang sedang bermain dengan kawan-kawannnya. Peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Nabi Khidir tersebut membuat Nabi Musa tak kuasa untuk menanyakan hal tersebut kepada Nabi Khidir. Nabi Khidir kembali mengingatkan janji Nabi Musa, dan beliau diberi kesempatan terakhir untuk tidak bertanya-tanya terhadap segala sesuatu yang dilakukan oleh Nabi Khidir, jika masih bertanya lagi maka Nabi Musa harus rela untuk tidak mengikuti perjalanan bersama Nabi Khidir.

Selanjutnya mereka melanjutkan perjalanan hingga sampai disuatu wilayah perumahan. Mereka kelelahan dan hendak meminta bantuan kepada penduduk sekitar. Namun sikap penduduk sekitar tidak bersahabat dan tidak mau menerima kehadiran mereka, hal ini membuat Nabi Musa merasa kesal terhadap penduduk itu. Setelah dikecewakan oleh penduduk, Nabi Khidir malah menyuruh Nabi Musa untuk bersama-samanya memperbaiki tembok suatu rumah yang rusak di daerah tersebut. Nabi Musa tidak kuasa kembali untuk bertanya terhadap sikap Nabi Khidir ini yang membantu memperbaiki tembok rumah setelah penduduk menzalimi mereka. Akhirnya Nabi Khidir menegaskan pada Nabi Musa bahwa beliau tidak dapat menerima Nabi Musa untuk menjadi muridnya dan Nabi Musa tidak diperkenankan untuk terus melanjutkan perjalannya bersama dengan Nabi Khidir.

Selanjutnya Nabi Khidir menjelaskan mengapa beliau melakukan hal-hal yang membuat Nabi Musa bertanya. Kejadian pertama adalah Nabi Khidir menghancurkan perahu yang mereka tumpangi karena perahu itu dimiliki oleh seorang yang miskin dan di daerah itu tinggallah seorang raja yang suka merampas perahu miliki rakyatnya.

Kejadian yang kedua, Nabi Khidir menjelaskan bahwa beliau membunuh seorang anak karena kedua orang tuanya adalah pasangan yang beriman dan jika anak ini menjadi dewasa dapat mendorong bapak dan ibunya menjadi orang yang sesat dan kufur. Kematian anak ini digantikan dengan anak yang shalih dan lebih mengasihi kedua bapak-ibunya hingga ke anak cucunya.

Kejadian yang ketiga (terakhir), Nabi Khidir menjelaskan bahwa rumah yang dinding diperbaiki itu adalah milik dua orang kakak beradik yatim yang tinggal di kota tersebut. Didalam rumah tersebut tersimpan harta benda yang ditujukan untuk mereka berdua. Ayah kedua kakak beradik ini telah meninggal dunia dan merupakan seorang yang shalih. Jika tembok rumah tersebut runtuh, maka bisa dipastikan bahwa harta yang tersimpan tersebut akan ditemukan oleh orang-orang di kota itu yang sebagian besar masih menyembah berhala, sedangkan kedua kakak beradik tersebut masih cukup kecil untuk dapat mengelola peninggalan harta ayahnya. Dipercaya tempat tersebut berada di negeri Antakya, Turki.

Akhirnya Nabi Musa as. sadar hikmah dari setiap perbuatan yang telah dikerjakan Nabi Khidir. Akhirya mengerti pula Nabi Musa dan merasa amat bersyukur karena telah dipertemukan oleh Allah dengan seorang hamba Allah yang shalih yang dapat mengajarkan kepadanya ilmu yang tidak dapat dituntut atau dipelajari yaitu ilmu ladunni. Ilmu ini diberikan oleh Allah SWT kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya. Nabi Khidir yang bertindak sebagai seorang guru banyak memberikan nasihat dan menyampaikan ilmu seperti yang diminta oleh Nabi Musa dan Nabi Musa menerima nasihat tersebut dengan penuh rasa gembira.



Ya jadi gitu deh. Kadang sesuatu itu gak seperti yang kita lihat. Ada banyak banget hal yang tersembunyi di dalamnya. There's more to than meets the eye XD. Jadi gw gak bisa dengan cepat 100% menerima sesuatu dan 100% menolak sesuatu. Haha.

Monday, July 12, 2010

Tarot

Gw gak suka ama ramalan. Abisnya kalo dapet yang jelek, nyebelin. Hahaha.

Akhir-akhir ini gw seneng ama Tarot. Karena gw maen game Persona sih. Hahaha. Jadi yah, di game itu masing-masing karakter mempunyai arcana (Major) sendiri-sendiri.

Hmm. Gw jadi mikir, arcana gw apa ya? Abisnya menurut gw, gw itu berubah-ubah. Labil. Hahaha! Tapi perubahan gw ini menurut gw sih, ada pattern nya. Tapi gw sendiri gak bisa nebak. Haha. Trus, gw juga sering melontarkan pendapat yang gak absolut jawabannya. Maksudnya, gw sering misalnya disuruh milih antara 2, gw akan bingung memilih diantara 2 itu karena bagi gw masing-masing ada kekurangan dan kelebihannya. Huh, pusing ya. Hahaha.

Jadi intinya gw bingung deh harus masuk di kategori apa. Devil? Wuaa. Empress? Kayaknya gak gw banget deh.

Hmm. Gw harus konsul ama ahli Tarot XD

Emosi

Gw pernah post sesuatu tentang 'mengontrol perasaan'. Pernah terlintas di pikiran gw, 'apakah kalo mengontrol perasaan kita itu sama dengan membohongi perasaan kita sendiri atau membohogi kebenaran?'

Menurut gw nggak. Karena, mengontrol perasaan (baca:emosi) sesungguhnya artinya membuat diri kita mempunyai pilihan atas suatu keadaan. Kadang orang suka bertindak semena-mena atau bertindak bodoh karena dia merasa dia nggak punya pilihan. Padahal, setiap orang punya pilihan. Cuma dibutakan oleh perasaan (baca: emosi) aja. Haha.

Perasaan (emosi) juga bisa bikin kita melihat apa yang emang gak ada. Dibutakan oleh harapan. Terus menggapai, padahal nggak ada apa-apa.

Kadang, apa yang kita lihat dan dengar, memang hanya itulah yang ada. Tapi kadang, indra juga menipu. Karena dunia fana ini menipu. Sigh.

Contoh mudah, fatamorgana. Mata kita ngeliat ada air, tapi aslinya, air itu nggak eksis disana.

Butuh semuanya. Logika, intuisi, indra, pengalaman, hati nurani, untuk mengetahui apa yang benar, untuk mengetahui kebenaran yang ada.

Monday, May 24, 2010

Control your feeling. Is that possible?

Temen gw jatuh cinta. Ahay. tapi dia lebay menurut gw. Maksud gw, dia
give 100% cintanya pada orang itu. Bagus sih. Tapi kalo orangnya kurang
ajar, kan jadi kesian temen gw dong.. Dia sering dapet masalah, terus
nangis-nangis. Sakit hati.

Gw selalu bilang ama dia, kontrol dong perasaan lo, jangan terlalu suka
ama cowok itu. Gw ceritain ini ke temen gw yang laen. Dia bilang,
perasaan itu susah dikontrol. Temen gw yang laen bilang, ya mungkin lo
emang belum ngerasain aja jadi belum ngerti gimana jatuh cina.. eh cinta.

Salah juga kalo dibilang gw belum jatuh cinta. Tapi gak bener juga kalo
bilang gw berpengalaman di bidang itu.

Gw suka bokap gw. Dia bilang, dia bisa mengontrol perasaan. Kadang gw
kurang ajar ke orang tua, terutama ke nyokap. Bokap gw suka marah,
bilang "Daddy bisa terima kalo kamu ngomong gitu ke Daddy. Tapi Daddy
gak terima kalo kamu ngomong gitu ke Ibu". Maksudnya, bokap gw ngerti
kalo nyokap gw gak bisa menerima perlakuan gw yang kurang ajar, dia tahu
nyokap gw akan sakit hati. Tapi bokap gw, bisa menerima kelakuan gw
separah apapun karena.. dy bisa mengontrol perasaan. Hmm.

Cinta itu emang bikin kita gak rasional. Tapi juga bikin happy. Gw masih
belum ngerasain mutual love lho. Gw percaya cinta, tapi gw belum percaya
cinta dua arah. Belum.

Setelah gw pikir-pikir, kenapa ya bokap gw sangat hebat, bisa mengontrol
perasaan. Oh. Dia belajar NLP (Neuro Linguistic Programming) dan
Hypnosis. Yeah.. Dia bisa menghipnotis diri sendiri untuk tidak marah,
mengontrol perasaan..

Gw sangat percaya, otak kita, perasaan kita, bisa kita kontrol. Lewat
alam bawah sadar. Dan itu science. Bisa dibuktikan. Kalo kita tahu
caranya, kita pasti bisa, dan yang paling penting, KITA HARUS MAU.

Balik lagi ke masalah temen gw. Gw ngerasa hubungan mereka udah gak
sehat. Gw anjurin putus aja. Tapi dia gak mau, dia masih mau kehilangan
cowok itu. Ya dari situ aja udah salah.

Selama ini gw merasakan AGONY mencintai seseorang yang.. gak mungkin
deh. TIAP MALEM GW NANGIS mikirin hal yang gak penting. Gw betah banget
lho nyiksa diri gw. Ya karena gw emang mau. Karena, mencintaimu sangat
indah walaupun menyakitkan. Buahaha. AH! ini nih bagian irasional gw.

Pernah gw berharap banget bisa 'menghilangkan rasa cinta gw terhadap
dy'. Suatu hari, itu terkabul. Waktu mikirin dia, gw gak ngerasa
apa-apa. Lucunya, gw minta perasaan itu balik. Gw merasa aneh tanpa
'perasaan mencintai dia'. Gw minta perasaan sakit itu balik. Kadang gw
baca cerita-cerita yang menyedihkan ampe gw nangis sesunggukan cuma
karena pengen perasaan itu balik. Dan yah, balik lagi dia. Ahaha.. Ya
percaya gak percaya sih. Dibilang 'mungkin lo gak terlalu suka ama
dia'.. tapi man, gw ampe nangis tiap malem karena pengen.. lihat dia..
menyentuh dia.. atau apalah. Udah teen-angst banget itu mah..

Ya, sekarang, having realized all this, gw semakin percaya kalo perasaan
bisa kita kontrol. Asal kita mau.

Tapi, mungkin beberapa orang gak suka dengan ini. Mereka lebih suka
hidup dengan penuh warna. Dengan perasaan. Bayangin aja, hidup tanpa
perasaan, flat, datar. Bahkan kalo kita hidupnya seneng dan lurus-lurus
terus kita bisa bosen kan? Yah, kalo maen game, serasa kita punya Action
Replay.. LOL

Well, it's your choice :)~

Lessons for today

Hari ini, ge belajar kalo gak semua yang lo inginkan itu mesti lo dapetin. Dan gak semua bisa dikabulkan dengan mudahnya. Bahkan, yang lo inginkan itu belum tentu ada di dunia ini.

Setiap orang punya masalah masing-masing. Punya kekurangan dan kelebihan. Orang yang hebat, mengetahui kekurangan dan kelebihannya dan "memanipulasi" itu sehingga ia bisa sukses (baca: mendapatkan apa yang ia inginkan).

Kita gak bisa maksain keadaan. Kita harus mengubah pola pikir kita dari "memuaskan keinginan" menjadi "membatasi keinginan" sehingga kita selalu merasa puas. Semuanya harus kita kembalikan ke diri sendiri.

Kalo kita gak tahu bagaimana menghargai diri sendiri, susah untuk menghargai orang lain. Kalau kita sendiri dalam keadaan tidak tertolong, bagaimana kita bisa menolong orang lain?

Jadi keinget cerita gw waktu SMK.

(flashback mode on LOL)

Nilai bahasa Inggris gw bisa dibilang lumayan. Cukup lumayan bagi teman-teman untuk percaya ama aku kalau aku memberitahu mereka jawaban yang benar pas ujian. Haha. Kelas 3, ada ujian TOEIC. Ya, semacam ujian TOEFL gitu. Waktu itu ujian TOEIC pertama, jadi masih 'percobaan'. Banyak banget temen-temen minta jawaban ke gw. Yaudah gw kasih.

Tahunya.. 1 kelas nilainya bagus semua. Kalo gak salah sekitar 700-800 gitu. Gw juga dapet segitu. Waktu itu yang ngawas kalo gak salah bukan guru bahasa Inggris. Penyelenggara ujian gak terima 1 kelas dapet nilai segitu. Ya, gw juga gak memungkiri kalo kita emang berbuat curang. Jadi ujiannya diulang deh. Orangtua gw ampe dipanggil ke sekolah gara-gara itu. Gw gak nyangka perbuatan gw bisa mengakibatkan hal ini. Haha. Gw dipisah sendiri duduknya. Dan hasilnya, gw turun. 1 kelas nilainya turun semua. Paling gw dapet 300an gitu skornya.

Sebelum UAN, diselenggarakan lagi ujian TOEIC. Ujian ini nasional, jadi semua murid SMK di Indonesia ikutan ujian ini. Gw gak ngasih contekan ke siapa-siapa.Well, bantu-bantu dikit sih. Hahaha. Hasilnya? gw dapet nilai 900. 1 sekolah gak ada yang nyampe segitu. Mm. Bahkan 1 Indonesia. Well. Kaget juga sih. Agak lebay itu nilai. Anggep aja keberuntungan. Ahaha.

(flashback mode off LOL)

Kenapa sih gw rela bagi-bagi ama temen gw? Karena gw ngerasa, gw gak punya apa-apa lagi. Gw bener-bener gak tahu mau ngapain ke temen-temen gw. Gw ngerasa, gw hanya memberi apa yang gw punya dan miliki. Emang sih gak bagus. Gak penting juga ngasih contekan di ujian itu. Gak akan mengganggu nilai kok. Ujian itu cuma pembuktian diri aja.

Gw cuma mau buktiin kalo gw punya something. Itu aja sih. Kadang orang punya cara yang aneh. Tapi ya itulah gw. Gw ngerasa pada saat itu, cuma itu yang bisa gw show-off.

TAPI INI TIDAK PATUT DICONTOH LHO. INI PERBUATAN TIDAK BAIK. GW MENGAKUINYA. CUMA MUASIN EGO GW DOANG. HAHAHA.

Dengan memberi, kita menunjukkan bahwa kita punya. Kita menunjukkan bahwa kita punya lebih sampai-sampai kita bisa memberi. Gw cuma sok aja sih dulu. Ekstrim. Haha. Well, masa muda~~ LOL

Ah, maaf ya kalo gak jelas..

Friday, May 21, 2010

Pusiiing

Sakit banget. Gw juga gak tahu apa yang nyakitin gw.

Kadang gw capek banget ama hal ini. Gw ngerti. Tapi gw tetep ngejar itu.
It's not right, but I just want to know apakah di dunia ini gw bisa
merasakan itu.

Gw bener-bener pengen tahu apa yang sebenarnya. Udah kayak Persona aja
gw, reach out for the truth. LOL

Gw gak tahu. Gw akan terus mencoba ampe titik lelah gw.

Jadi bingung. Yang gw hadapi itu dia atau diri gw sendiri?

Hey you, are you going to ignore love just because you know it's not
going to last?

Gw cuma bersikap pragmatis. Haha mangnya Deng Xiaoping.

Uuuh. Tapi gw yakin gw bisa menyelesaikannya dengan jelas! YEAAA! lol

Sunday, March 28, 2010

Mobile posting..

I'm using my phone email services to post this.. Wonder if it works..


If you can see this, I guess it worked then. LOL

Tuesday, March 16, 2010

My List of Yukiko/Chie Kink Meme in Badbadbathhouse.. and some others ;p

I've been a weird fan of Souji/Yukiko, Yosuke/Chie, and Yukiko/Chie fan. LOL. But Yukiko/Chie is more appealing I guess XDD~ so here it goes..



1. Divine Intervention (of sorts) – from Yosuke’s POV, EPIC!
2. Yukiko/Chie , D/s, Yukiko tops hard
3. Red 1/1
4. Red
5. “Tomoe/Sakuya or their evolved forms; is persona s*x enough of a kink? Chie/Yukiko on the side is of course welcome.”
5. Yukiko topping her prince
6. No Sleep, No Problem - Chie/Yukiko, during the campout!
7. Shadow!Chie/Yukiko, slight AU where their situations were reversed
8. Interruptions – Chie/Yukiko, at Chie's and getting interrupted by 'their' dog. It's like it's their kid!
9. Chie/Yukiko fluff. Childhood time, playing prince and princess ♥
10. Escort; Yukiko is yandere
11. Chie/Yukiko, Chie's jealous now Yukiko's being more outgoing with others
12. Yukiko/Chie, getting caught making out by the investigation team!
13. Chie/Yukiko; One of them finally confesses her love as she dies in the other's arms.
14. Yukiko Tops Everyone: The Movie – Only one man can save them. His name.. is Yosuke
15. A Fairytale - Chie/Yukiko, AU fairytale, Prince Chie saves Princess Yukiko from the villain
16. Lacy Unmentionables - Yukiko/Chie, Yukiko plays teasing mind-games with Chie
17. Morning to Ourselves - Chie/Yukiko, sleepy fluff based on fanart
18. Let The Princess Win - Chie/Yukiko, two-player King's Game
18. Tangled - Chie/Yukiko, re-emergence of Shadow thoughts, hurt/comfort
19. How Did That Gum Clear the MHLW?- Chie/Yukiko, inflation kink
20. Busy Hands - Chie/Yukiko, fun under the table in class
21. The Pillow Story – Prince Yukiko Princess Chie; role-reversal
22. When I Kiss Your Mouth - Chie/Yukiko, watching + feeling shadow! Chie/Shadow! Yukiko (scroll down thread)
23. The Great Escape
24. Anywhere But Here
25. Yours or Mine? – Chie/Yukiko, Souji/Yosuke, they talk about having kids in a gay relationship
26. A Fan is Worse – Chie/Yukiko, as Himeko and Chikane, recreating tanto scene
27. Possessive – hate s*x!
28. dominant, crazy, Yandere!Yukiko
29. postgame, Yukiko takes care of Chie after a fight
30. Ode to Frozen Food
31. Chie/Yukiko, creative ways to deal with status ailments
32. So Far In The Closet He's In Narnia; Ensemble, the entire Junes Investigation Squad realizes they're all gay
33. Chie/Yukiko, Chie dies saving Yukiko
34. Movie Night - Chie/Yukiko, everyone knows they're dating except them
35. Chie/Yukiko, caught in the rain, preestablished relationship (non-prompt)
36. Pink- Persona 4 as Persona 1, Chie and Yukiko become Cassie/Katie
37. Firsts - Yukiko/Chie; their first org*sms are with each other
38. Chie/Yukiko. Fireplay.
39. Chie/Yukiko. Last words.
40. Thirty-Two Degrees - Chie/Yukiko. Napping.
41. Drive - Chie/Yukiko. Yukiko tops Chie, and Chie loves it.
42. Amagi-Style - Yukiko is well trained in the Amagi-style sword fight.
43. Mirror, Mirror - Any girl/anyone. Female ejaculation.
44. Snow Days
45. Monkey see..
46. In the Bush - Chie/Yukiko, public sex.
47. Ice – Chie/Yukiko, iceplay.
48. Chie/Yukiko, using selective words in prompt.
49. The Closest Bonds – AU, where Chie and Yukiko are sisters and have incestuous attraction to one another.
50. How Can I Believe - Genderswapped! Chie/Yukiko

fanfiction.net links:
1. Cures - one of the best!
2. A Barrel in the Sea - one of my favorites! I like how Chie & Yukiko interacts here
3. Just One Night - I cried reading this!!
4. Black Knight - Yukiko/Shadow!Chie
5. Chie's Valentine Day - Chie's in for a surprise from Yukiko on V-day and it's not chocolate!
6. Come Back to Where We Stood - Chie, Yukiko, and a failed attempt at running away from Inaba
7. The Prince and Her Princess - 9 chapters, incomplete.
8. White Day - Pretty sweet..
9. The Line of Your Body - Smut
10. A Drunk Confession - Chie walks home one day to find Yukiko drunk, and Yukiko decides to show her feelings for Chie
11. Yukiko Becomes a Daddy - Yukiko Amagi wakes up one day...to find that she now has a dick. Yukiko X Chie futanari
12. Rainy Day - Chie remembers the day she met a girl in the rain waiting for the bus with a dog in her arms, and how that one girl changed her life. Spoilers for Chariot Social Link


Others:
1. Days, Months, Years - fluff, Four years, eight moments. Spoilers for first month of the game. Yuri (no sexual content)
2. Cooking Princess - Shadow!Yukiko, Yukiko/Chie, Yukiko is cooking
3. Someone To Watch Over Me - Sometimes what we're looking for is right before our eyes.
4. Ordinary Summer Days

UPDATES:

Sunday, February 21, 2010

Keroyokan

Jaman sekarang gampang banget jadi terkenal. Tinggal bikin statement aneh, ntar juga banyak yang ngebicarain kita. Nama kita juga bakal jadi trending topics di Twitter.

Twitter itu enak banget. Bisa ngomong tanpa peduli orang laen baca atau nggak. Entahlah, sistemnya membuat kita jadi asik aja ngomongin pemikiran kita tanpa peduli dengan pemikiran orang lain. Dunia jadi lebih, terbuka aja.

Dan cuma dengan 140 karakter, kita bisa eksis di dunia maya. Haha. Cuma 140 karakter, ngomong-ngomong doang. Kita juga bisa menjadi tidak bertanggung jawab, pake nama palsu dan seenak jidat ngata-ngatain orang. Ahahaha~

Apa yang muncul di pikiran, bisa tinggal langsung ter-publish di internet dalam hitungan detik. Kadang, yang di pikiran kita juga perlu disaring kan buat ditunjukin ke orang lain? Hahah.

Udah banyak kasus public figure yang disalahkan karena tweet-nya. Tapi inti dari permasalahan 'mengapa mereka dibenci' sih, menurut gw, 'banyak yang gak setuju aja ama tweet yang di-publish-nya'.

Soalnya, seburuk apapun sesuatu, tapi kalo banyak yang setuju, pasti pada adem ayem aja kan? Hahaha~

Well, kesannya banyak banget orang saling mengkritik sekarang. Bagus sih, tapi.. jangan cuma mengkritik doang dong. Do something juga.

Kalo ada peribahasa 'lempar batu, sembunyi tangan', di Twitter kita bisa 'lempar batu, angkat tangan' karena identitas kita bisa terlihat dari account Twitter kita.

Gw agak suka dengan pemikiran dan filosofi Cina (secara umum) yang 'pasif'. Gw pernah liat gambar di dinding salah satu vihara di Batam. Gambarnya ada orang yang lagi dipukul tapi yang dipukul cuma senyum-senyum aja. 'Caption'-nya:

"memukul tapi tidak membalas"

Menurut gw, kadang hal ini bener. Kalo kita gak bales, maka urusannya pasti mereda dan kita gak menambah dosa. Dia aja yang dosa, bukan kita. Wekekek. Tapi kalo dibiarin terus menerus apalagi kalo orang yang mukul itu gak tahu malu dan gak tahu dosa? Bisa-bisa semua orang ditindas ama dia.. Tapi ya intinya (menurut gw), "walaupun orang lain berbuat jahat terhadap kita, yang penting kita tidak berbuat jahat kepada orang lain"

Jangan berani ngatain doang dong, dan pikirin juga kalo kita tiba-tiba berada di posisi dia. Apakah yang dia katakan dalam 140 karakter itu pantes dibalas dengan cara ini?

Sheesh, dalam internet kita juga harus play safe. Tulisan-tulisan dan kata-kata nggak selamanya bisa merepresentasikan. Tulisan-tulisan itu juga nggak selamanya bisa benar-benar 100% menjelaskan dengan tepat pemikiran-pemikiran kita. Informasi-informasi yang masuk perlu disaring terlebih dahulu di pikiran kita, barulah kita bisa bertindak.

Man, you all have to remember, manusia itu gak sempurna dan I believe setiap orang ada kekurangan dan kelebihannya. Ambil kelebihannya, lihat kekurangannya untuk kita pelajari agar kita gak berbuat seperti itu. Jangan jadiin SATU kesalahan kecil menjadi sebuah fenomena yang dibesar-besarkan. Reaksinya jangan berlebihan deh.. -____-

Tuesday, February 16, 2010

Chie x Yukiko fanfic! - Like a Dream Come True


Aaaahhh!
My first attempt to write a fanfic!
It's Persona 4 n it's shoujo-ai! wow! LOL

**WARNING**
DO YOU KNOW WHAT SHOUJO-AI IS? IT'S A GIRLXGIRL RELATIONSHIP THINGY SO IF YOU HATE IT, THE RED X BUTTON IS ALWAYS THERE FOR YOU TO CLICK. THIS IS YOUR LAST CHANCE TO GET OUT.

Gw udah baca beberapa karya yang bertema 'shoujo-ai' (selain yang Persona 4 juga). Gw males aja kalo bikin cerita yang 'biasa'. Haha. Kayaknya gak ada tense-nya gitu.. hahaha!



Settingnya kira-kira beberapa bulan setelah Souji Seta meninggalkan Inaba..


Gw kasih judul apa ya...

"Like a Dream Come True"

>_< gak tau mau kasih judul apa nih *dikemplang*

Hmm, comment please, but no flaming! Hehe!

READ AT YOUR OWN RISK.
I DO NOT OWN ANY CHARACTERS. I JUST HAPPEN TO PLAY WITH THEM XD
---------------------------

Tahun 2012. Kota Inaba telah kembali seperti semula. Tak ada lagi pembunuhan yang menakuti warga, tak ada lagi orang-orang yang diculik, tak ada lagi kabut aneh yang muncul…

Chie sedang berjalan pulang dari sekolahnya. Seperti biasa, ia berjalan bersama sahabatnya, Yukiko.

Hari itu bulan Juni, sebentar lagi musim panas. Ini adalah hari pertama dalam tahun ini mereka memakai baju seragam musim panas mereka. Chie dan Yukiko memakai baju putih dan rok pendek sekolahnya. Namun Chie memakai jaket hijau yang diikat di pinggangnya dan Yukiko memakai cardigan merah. Yukiko juga memakai bando merah yang serasi.

Mereka berjalan sambil mengobrol, sampai akhirnya berpisah di sebuah perempatan. Setelah mengucapkan “sampai ketemu besok dan take care” pada Yukiko, ia berjalan sendiri ke rumahnya.

Selama perjalanan, ia melewati Samegawa Flood Plain. Ia melihat kakek-kakek tua yang selalu ada di tepi sungai. Kota ini memang tak pernah berubah. Ia juga melihat tempat Ia biasa berlatih dengan Souji. Chie jadi teringat masa-masa ketika mendapatkan persona, melawan shadow, menyelamatkan Yukiko dan lainnya, kemudian akhirnya berhasil melawan Izanami yang menjadi penyebab dari kasus-kasus pembunuhan di Inaba. Sambil berjalan, Ia tersenyum sendiri ketika mengingat itu semua.

Chie sangat menyukai sahabat-sahabatnya.

Terutama Yukiko.

Ia telah mengenal Yukiko jauh bertahun-tahun sebelum insiden pembunuhan Inaba dimulai. Ketika itu Chie kecil sedang berjalan pulang, cuaca mendung dan hampir hujan. Ia melihat seorang gadis seumurannya sedang duduk menangis di tepi jalan. Gadis itu berbaju hitam. Pada awalnya ia ragu, tapi akhirnya ia menghampiri gadis tersebut.

“Ano, kenapa kau menangis disini?”, tanyanya.

Gadis berambut hitam panjang itu tak menjawab. Ia menangis terisak-isak. Chie duduk dan melihat gadis itu ternyata sedang memeluk seekor anjing kecil. Anjing itu kurus dan kotor, namun menurut Chie, anjing itu lucu sekali. Chie melihat gadis itu dengan sedih. Sambil terisak, tiba-tiba gadis itu berbicara.

“A..aku ingin sekali memelihara anjing ini.. tapi orangtuaku tidak membolehkanku memeliharanya.. Jadi aku harus meninggalkannnya disini..”

Ketika berbicara, terlihat sedikit wajah gadis itu. Chie berpikir, ‘cantik sekali gadis ini’. Chie berpikir keras bagaimana caranya agar ia berhenti menangis.

“Hmm, sudahlah jangan menangis!”, Chie berusaha menenangkan gadis itu. Ia sendiri bingung apa yang seharusnya dilakukan. Gadis berambut hitam di depannya masih menangis terisak sambil menundukkan kepala dan memeluk anjing itu. Anjing kecil itu juga sepertinya tahu apa yang terjadi, entah kenapa raut mukanya juga terlihat sedih. Chie tiba-tiba bertepuk tangan.

“Oh! Aku tahu! Boleh nggak kalau dia tinggal di rumahku saja? Kau boleh melihatnya setiap hari! Akan aku urus dia dengan baik di rumahku! Orangtuaku membolehkanku memelihara binatang!” Chie tiba-tiba mendapatkan ide, Ia mengatakan itu sambil tersenyum riang, sambil berharap gadis itu berhenti menangis.

Gadis di depannya melihat mukanya dengan tatapan tak percaya. ‘Wow, cewek ini memang benar-benar cantik, bahkan ketika sedang menangis’, pikir Chie. Chie masih tersenyum menunggu jawaban.

“Be..benarkah?”, gadis itu berkata sambil menyeka air matanya. “Bolehkah ia tinggal di rumahmu? Aku masih bisa mengunjunginya kan?”

“Tentu saja! Hehehe!”, Chie dengan riang menggendong anjing kecil itu di pangkuannya. Ia mengelus kepalanya. “Sekarang kau harus berhenti menangis ya!

“Hello! Mulai sekarang kau tinggal di rumahku ya! Hehehe!”, kata Chie dengan riang pada anjing tersebut. Kemudian ia melihat gadis di depannya sambil tersenyum. Gadis itu juga tersenyum. ‘Ia tambah terlihat manis kalau tersenyum, senangnya! Aku akan berusaha menjaganya dan membuatnya tetap tersenyum!’, pikir Chie.

“Te..terima kasih!”, ujar gadis itu sambil menundukkan kepala. “Oh ya, namaku Amagi Yukiko. Namamu siapa?”

“Aku Satonaka Chie”, kata Chie sambil memeluk anjing kecil itu. “Hei, ayo kita bangun. Apakah kau juga mau mengantarnya pulang ke rumahku? Rumahku dekat kok dari sini. Ayo, nanti hujan lho”, Chie mengajak Yukiko ke rumahnya dengan ramah.

“Ya!”, Yukiko berkata sambil menganggukkan kepala dengan senang walaupun air mata masih membasahi pipinya. Kemudian mereka sama-sama berjalan ke rumah Chie. Disanalah persahabatan mereka dimulai.

Mereka mendaftar di SMA yang sama di Inaba, Yasogami High. Yukiko adalah teman yang baik. Keduanya sangat cocok sekali. Chie berkepribadian ekstrovert, periang, selalu bersemangat, ramah, juga tomboy. Ia senang sekali menonton film kungfu. Sedangkan Yukiko introvert, terkesan lebih pemalu atau pendiam terutama ketika baru berkenalan, juga elegan dan feminim.

Chie hidup di keluarga yang sederhana di Inaba. Sedangkan keluarga Yukiko mempunyai hotel atau ryokan yang sangat termahsyur di kota kecil Inaba. Yukiko hidup di keluarga yang sangat kaya. Bahkan ia sudah dipastikan akan menjadi manajer hotel itu selanjutnya ketika ia sudah cukup dewasa nanti. Karena itulah hampir setiap hari Yukiko selalu sibuk di ryokan-nya, membantu orangtuanya agar bisa menggantikan orangtuanya suatu saat nanti.
Sejak dulu, Chie merasakan sesuatu yang berbeda. Dia menyukai Yukiko lebih dari seorang sahabat. Ia tahu seharusnya ia tidak boleh begitu. Karena Yukiko adalah seorang wanita, dan dia juga.

Karena  persamaan itulah cintanya tak bisa bersatu.

Semakin lama hubungannya memang semakin dekat. Tapi sejak kelas 2 SMA, Yukiko sepertinya tertarik dengan teman sekelasnya, teman sebangku Chie, Seta Souji.

Walaupun Yukiko tidak bercerita banyak, tetapi Chie tentu saja tahu, karena ia satu-satunya sahabat Yukiko. Sebenarnya, Yukiko juga satu-satunya sahabat Chie ketika itu.

Ketika Chie menghadapi shadow-nya di Kastil Yukiko di TV World, jelas sekali bahwa Chie iri terhadap Yukiko. ‘Aku iri, tapi sepertinya bukan itu intinya..’ Yukiko begitu cantik, kaya, pintar, terkenal.. Semua cowok menyukainya. Ia benar-benar tidak berkekurangan. Banyak sekali cowok-cowok yang menyukai Yukiko karena kecantikan dan keanggunannya sejak dulu. Tapi Yukiko selalu menolak cowok-cowok itu. Sampai-sampai ada rahasia umum tentang ‘Amagi Challenge’. Siapa yang berhasil mendapatkan ‘Queen Yukiko’, dialah yang menang. ‘Ada-ada saja’, pikir Chie.
 Sedangkan Chie? Ia memang dekat dengan banyak cowok, tapi.. tak satupun dari mereka benar-benar menganggap Chie sebagai seorang 'cewek'. Dalam pelajaran sekolah pun, nilainya biasa-biasa saja, kecuali dalam pelajaran olahraga, mungkin. Dan sepertinya, tidak akan ada yang mengenal Chie apabila ia tidak berteman dengan Yukiko.

Ia tidak ingin Yukiko dimiliki oleh siapa-siapa, atau dengan kata lain, ia rela Yukiko terus sendiri, asal bersamanya.

‘Chie-chan, you’re my Prince Charming... please take me far away! Anywhere but here!’

Chie tidak begitu memahami mengapa Yukiko menganggap ia adalah ‘pangerannya’. Ketika Shadow Yukiko muncul, Yukiko malah mengatakan Chie adalah orang yang sempurna baginya.

‘Chie-chan is strong..’

‘Yukiko-chan, kau tidak mengerti.. aku seperti ini karena ada kamu.. Aku tak bisa menjadi orang seperti ini tanpa kamu disampingku..’

Souji juga menaruh perasaan terhadap Yukiko. Bahkan Souji sendiri sering bercerita kepada Chie. Souji berharap Chie bisa membantunya agar bisa lebih dekat dengan Yukiko.

Pada akhirnya, Chie hanya bisa berharap sahabatnya akan terus bahagia, dan Chie juga akan terus menjaganya, apapun yang terjadi. Karena ia mencintainya, lebih dari sahabat.

‘Huh, I am so selfish, I’m sorry, Yukiko-chan..’

Ya, ketika siang hari liburan musim panas, Chie tiba-tiba mendapatkan telepon dari Yukiko. Suaranya terdengar senang sekali.

“CHIE-CHAAAN!”, Yukiko setengah berteriak di telepon.

“Ouch! Kupingku sakit nih kalo kau teriak.. kenapa Yukiko-chan? Seneng banget kayaknya..”, kata Chie di handphone sambil menggosok-gosok telinganya.

“Aku...ahaha.. aku dan Souji-kun... ah! Lupakan! Ketemuan di Shopping District yuk!”, ajak Yukiko dengan gembira.

“Baiklah, baiklah, 20 menit lagi aku akan kesana.. tunggu aku di depan toko Daidara, oke?”

“Oke!”, kemudian Chie mematikan telepon. Entah kenapa dia merasa tidak enak.

“Chie-chan! Aku sangat senang!”, Yukiko berkata sambil memeluk Chie ketika ia sudah sampai di depan toko Daidara. Ketika bertemu, Yukiko dengan bahagia memberitahu Chie bahwa ia sudah jadian dengan Souji.

“Wah.. senangnya! Selamat ya! Aku turut berbahagia.. Ahaha.. Dia cowok yang baik, pinter, ganteng lagi! Kau emang pantes ama dia~!”, Chie berusaha terlihat benar-benar bahagia. Setengah hatinya memang bahagia melihat Yukiko senang, tapi setengah hatinya juga sedih karena Yukiko sudah dimiliki oleh temannya sendiri. ‘Souji emang cowok baik kok, selamat ya’, pikirnya.

Kemudian Chie menghabiskan hari itu dengan mendengar cerita dari Yukiko. Yukiko terlihat sangat senang ketika menceritakannya, kadang-kadang juga sedikit malu. ‘Pipinya lucu ketika ia malu..’, pikir Chie, ‘Tidak, aku tidak boleh berpikiran seperti itu lagi.. ia sudah menjadi milik Souji-kun.. Aku harus merelakannya’, pikir Chie. ‘Souji-kun, aku harap kau memang bisa menjaga Yukiko-chan dengan baik’.

“Ketika itu kami sedang berada di Kuil Tatsuhime, ia bilang kalau ia menyukaiku disana. Kau tahu kan betapa aku menyukai tempat itu? Menurutku itu romantis..”, cerita Yukiko dengan malu.

‘Aku seperti dipukul’, pikir Chie dalam hati.

“Kemudian keesokan harinya aku datang ke kamarnya. Ia orang yang sangat rapi.”

‘Ya, sangat berbeda dariku bukan?’

“Dia memang cowok yang baik dan perhatian, jadi aku memberinya jimat dari kuil. Aku ingin selalu menjaganya, aku harap jimat itu bisa menjaganya untukku. Dia bilang dia juga akan selalu menjagaku, Chie-chan, walaupun dia akan meninggalkan Inaba tahun depan. Aku sangat senang..”

‘Aku seperti ditusuk’

 “Kami juga...berpelukan disana..”, wajah Yukiko memerah.

‘Bunuh saja aku...’

Chie masih teringat kata-kata itu. Ia juga teringat kata-kata ketika ia menyelamatkan Yukiko dari shadow di TV World. ‘Apakah Shadow Yukiko mengatakan perasaan yang sesungguhnya? Ia mengatakan kalau akulah pangerannya. Akulah pangeran dari Yukiko, yang selama ini menjaganya. Ketika aku bilang bahwa aku akan menjaganya sepenuh hati.’

“Terima kasih Chie, kau memang pangeranku”

Tapi kenapa? Kenapa dia malah bersama orang lain sekarang?


‘Sampai sekarang, mereka masih bersama kan?’, pikir Chie ketika membuka pintu rumahnya dan membuka sepatu. Tapi ia sudah mulai melupakannya. ‘Yukiko adalah sahabatku, tak mungkin aku menyakitinya dengan mengatakan kalau aku mencintainya.. Hahaha, ia memang sangat perhatian padaku, tapi aku tahu, itu karena ia menganggapku sebagai teman..’. Kemudian ia berjalan ke kamarnya, melepaskan jaket hijaunya yang diikat di pinggang dan memikirkan ujian akhir SMA-nya sambil berbaring di tempat tidur..

Keesokan harinya di sekolah, seperti biasa, Chie duduk di belakang Yukiko. Yukiko tersenyum ketika Chie duduk di belakangnya.

“Ohayo gozaimasu, Chie-chan”

“Ohayo, Yukiko-chan”

Tiba-tiba Hanamura Yosuke datang dari belakang mereka.

“Hey, bagaimana ya kabarnya Souji? Ahaha, Yukiko-san... gimana kabar dia?”, tanya Yosuke.

“Mm, dia baik-baik saja. Kami masih sering sms-an. Kadang dia juga meneleponku. Oh ya, dia bilang dia akan kesini liburan musim panas nanti. Aku akan mengajaknya tinggal di hotel kami nanti”, jawab Yukiko.

Chie diam saja.

“Wah! Bagus, bagus! Iya sih, dia pernah bilang kalo liburan nanti, dia mau ngunjungin Inaba lagi! Kita harus ajak yang lain bermain juga ya! Kanji, Rise, juga Naoto”, kata Yosuke. “Hoi Chie-san, kenapa kau?”

“Huh? Oh, ahahaha... nggak ada.. Oh tentang Souji-kun ya? Aku juga senang dia akan kesini lagi nanti! Aku tidak sabar.. kita semua harus bermain bersama ya~!”, kata Chie dengan nada yang dibuat-buat. Dia memang menganggap Souji teman baik, tapi tetap saja...

Tiba-tiba bel masuk berbunyi. Semua murid duduk di bangkunya masing-masing.

“Chie-chan.. um.. mau temenin aku ke kuil gak nanti?”, Yukiko bertanya pada Chie.

“Hmm... oke-oke.. sebetulnya aku berencana ingin menonton DVD ‘17 Blades’, tapi itu kan bisa nanti-nanti.. hehe!”, jawab Chie. Kemudian Miss Sofue masuk ke kelas dengan atribut khas Mesirnya..

Sore itu, Chie dan Yukiko sedang berjalan menuju kuil Tatsuhime. ‘Yukiko kan memang suka berdoa disana, paling nanti ia akan berdoa disana sebentar, kemudian pulang’, pikir Chie. Tetapi tiba-tiba Yukiko berkata,

“Chie, kayaknya kita nggak jadi ke kuil Tatsuhime deh, kita ke atas bukit aja yuk!”

“Huh? Kenapa? Kirain disana mau doa.. sheesh.. oke, oke..”, jawab Chie bingung.

Cuaca sangat mendukung untuk bermain di luar pada hari itu. Sesampainya di bukit, mereka duduk di kursi-kursi kayu. Hutan sekitarnya masih lebat, suasananya nyaman sekali. Biasanya ada anak-anak yang suka bermain di bukit ini pada sore hari, tetapi hari ini tampaknya sepi. Dari bukit ini, kita bisa melihat pemandangan seluruh kota Inaba. Kota Inaba terlihat sangat kecil dari atas sini. Chie bisa langsung menemukan rumahnya di bawah sana. Ia mencari-cari tempat-tempat lain sambil menunjuk-nunjuknya bersama Yukiko.

“Oh ya, kita mau ngapain kesini?”, tanya Chie.

“Chie-chan... aku..”, Yukiko berbicara dengan ragu. Ia menundukkan kepalanya. Chie jadi khawatir. “Tidak, aku harus jujur padamu sekarang..”

“Ke..kenapa Yukiko-chan? Apakah sesuatu terjadi? Kau tidak apa-apa kan?”, Chie benar-benar khawatir.

“Chie-chan.. kau tahu kan Souji-kun akan datang nanti pada musim panas? Selama ini.. aku dan Souji-kun.. Aku sebetulnya menyukai orang lain”, Yukiko menatap wajah Chie dengan tegas.

“Yukiko-chan.. aku kira selama ini kau bahagia dengannya..”, Chie terkejut dengan pernyataan Yukiko tadi.

“Aku.. bahagia. Tapi aku merasa lebih bahagia lagi apabila aku bersama orang itu. Dialah yang selama ini benar-benar menjagaku. Aku tak sadar. Dia sangat dekat denganku selama ini tapi aku tidak sadar dengan perasaanku sendiri.. haha.. bodohnya aku..”, Yukiko berkata sambil memalingkan wajahnya dari Chie. Ia memandangi kota Inaba yang kecil di bawah sana. Rambutnya hitam panjangnya tertiup angin lembut, tanda musim panas. Yukiko tersenyum lembut.

‘Kau selalu cantik seperti biasanya. Tapi ucapanmu tadi sungguh mengagetkan. Kau memang selalu penuh kejutan, bahkan sampai sekarang’

Tiba-tiba Yukiko memeluk Chie. Chie kaget sekali.

“Chie-chan... kaulah orang yang kusukai dari dahulu. Tapi aku tak pernah menyadarinya..”, kemudian Yukiko buru-buru melepaskan pelukannya.

Chie terkejut setengah mati, rasanya ia ingin melompat dari bukit itu, entah mengapa. Ia bisa merasakan pipinya panas dan merah. Cuaca tidak begitu panas, tapi ia tiba-tiba berkeringat banyak. Ia benar-benar mematung dari tadi.

“Chie-chan, maafkan aku, pasti omonganku telah menghancurkan persahabatan kita.. tapi tidak apa-apa, aku.. aku senang aku bisa jujur denganmu..”, Yukiko berkata dengan sedih, “Aku..hanya ingin kau tahu.. bahwa kau sangat berarti bagiku, Chie-chan..selama ini.. hanya ada kau di hatiku.”

Chie masih kaget dan shock mendengar itu. Ia tidak mengerti. Itulah yang selama ini dia inginkan! Yukiko mencintainya! Tapi mengapa ia tidak bisa berkata apa-apa sekarang?

Ingatan-ingatannya bersama Yukiko tiba-tiba memenuhi pikiran Chie.

Chie tersenyum tipis. Ia melihat wajah Yukiko yang menunduk.

‘Like a dream come true’

Ia melihat air mata jatuh dari pipi Yukiko.

“Aku sangat bodoh, mengatakan hal ini... hahaha..”, Yukiko tertawa terpaksa sambil meneteskan air mata.

Chie masih tidak bisa berkata apa-apa. Ia mengeluarkan handuk kecilnya dari tas. Ia kemudian mengusap air mata di pipi Yukiko dengan lembut. Chie kemudian memegang wajah Yukiko dengan lembut, ‘Yuki-chan harum sekali..’, memandang wajah temannya dengan lembut sambil berkata,

“Yukiko-chan..”

Ia tak bisa melanjutkannya. Ia hanya bisa memeluk Yukiko, kemudian mencium pipi Yukiko dengan lembut, dan berkata,

“Anata no koto ga suki nano.. aku sangat beruntung, Yukiko-chan.. aku.. aku juga menyukaimu..”, kemudian Chie tertawa kecil.

Yukiko sesaat merasa kaget. Mereka terdiam untuk beberapa saat sambil menunduk.

“Yukiko-chan.. aku.. aku selalu ingin mengatakan hal itu padamu.. sejak dulu. Tapi sepertinya aku tidak cukup berani untuk mengatakannya padamu... Lagipula ada Souji-kun.. tidak mungkin aku mengganggu kalian berdua.. Ternyata kau lebih berani dariku, Yukiko-chan.. haha..”

Setelah itu keadaan menjadi sunyi kembali. Yukiko kemudian tersenyum

“Perkataanku memang menghancurkan persahabatan kita, ya huh?”, Chie berkata sambil menunduk. Mereka tertawa kecil. Yukiko mendekat ke Chie kemudian ia membelai rambut Chie yang pendek dan berwarna coklat. Chie bisa merasakan pipinya memanas kembali. Ia memandang Yukiko yang berada tepat di depannya, berpikir berapa lama ia akan melihat wajah cantik temannya itu. Tangan Chie dengan sendirinya memegang kedua tangan Yukiko. Chie sangat ingin waktu berhenti untuk selamanya.

“Chie-chan, jangan melihatku seperti itu!”, Yukiko tertawa kecil.

Karena malu, Yukiko membenamkan wajahnya di leher Chie.

“H-hey, sepertinya tadi aku berkeringat banyak.. jangan..”

“Ahaha, it’s just like you, Chie-chan..”

‘Dasar bodoh...’, Chie berpikir sambil tersenyum malu.

Yukiko melihat wajah Chie. Dari sorot mata dan air mukanya, Yukiko seperti berkata, ‘aku sudah mendapatkanmu, Chie..’. Ia tersenyum dan tangannya melingkari leher Chie, sedangkan tangan Chie melingkari pinggang Yukiko. Yukiko terkadang menggigit bibirnya sendiri sambil tertawa-tawa kecil. Yukiko terlihat menikmati suasana.

‘Mischievous smile....’

‘Pangeranku.. aku.. mencintaimu..’

‘Yukiko-hime.. demi Tuhan aku akan melakukan apapun untukmu..’

‘Tunjukkan padaku kalau kau yang terhebat... tunjukkan padaku, Chie-chan..’

‘Sangat penuh dengan kejutan.. kau.. membuatku terus meminta lebih.. kau tidak pernah melakukan ini dengan Souji-kun, kan?’

Ia kemudian mendekatkan wajahnya ke Chie. Chie menelan ludah dan terus memandang kedua mata Yukiko dan akhirnya ia memejamkan kedua matanya.

Menunggu..

Tiba-tiba handphone Yukiko berbunyi, seseorang meneleponnya. Wajah Yukiko tampak kaget ketika melihat siapa yang menelepon. Dengan reflek Chie maju untuk melihat siapa yang menelepon.

‘Souji-kun..’

“Umm..”, Yukiko tiba-tiba mematikan handphone-nya sambil tersenyum ke Chie, dan memasukkannya kembali ke kantong. Chie kaget dengan apa yang dilakukan Yukiko.

“Yukiko-chan... itu.. Souji-kun kan?”

“Ahaha..... hmm... hari ini jangan ada yang ganggu kita, ya?”

------------------------
怎么样? >___< *crossing fingers*

comment please!

Hanya Tuhan yang tahu deh abis itu mereka ngapain.. hahaha.. (trying to steer myself from yuri n lemon scenes)..